Megawati Soekarnoputri Janji Turun Tangan Jika Hasto Kristiyanto Ditangkap KPK

JAKARTA, NWIP-NEWSPAPERS.COM – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menegaskan akan turun tangan langsung jika Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus Harun Masiku. Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat berpidato dalam acara peluncuran dan diskusi buku Pilpres 2024: Antara Hukum, Etika, dan Pertimbangan Psikologis di Hotel Four Season, Jakarta, pada Kamis (12/12/2024).

BACA JUGA : wika-targetkan-penyelesaian-proyek-pembuangan-air-limbah-raksasa-jakarta-pada-2027

Megawati menyatakan bahwa dirinya akan siap membela Hasto jika hal tersebut terjadi, bahkan mengancam untuk datang jika KPK melibatkan Hasto dalam kasus tersebut. “Saya bilang, kalau Hasto itu ditangkap, saya datang. Saya enggak bohong,” tegas Megawati di hadapan hadirin.

Tanggung Jawab Megawati Sebagai Ketua Umum PDIP

Megawati yang juga menjabat sebagai Presiden ke-5 RI mengungkapkan bahwa sebagai Ketua Umum PDIP, dirinya merasa bertanggung jawab penuh terhadap kader-kader partainya, termasuk Hasto Kristiyanto. Ia menegaskan bahwa PDIP memiliki komitmen terhadap integritas dan kejujuran dalam menjalankan roda partai.

Lebih lanjut, Megawati menantang para ahli hukum untuk lebih mendalami kasus yang terjadi pada tahun 2019 terkait dengan Harun Masiku, yang hingga kini masih menjadi perbincangan di tengah masyarakat. “Itu tahun 2019, coba ayo ahli hukum berani, hitung berapa semuanya yang ditahan,” katanya dengan tegas, menunjukkan keprihatinannya terhadap proses hukum yang berjalan.

Kritik Megawati Terhadap Pemeriksaan Staf Hasto

Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga menyoroti proses pemeriksaan staf Hasto, Rossa Purbo Bekti, oleh penyidik KPK yang dinilai terdapat kejanggalan. Megawati merasa aneh dengan tindakan penyidik yang menutupi wajahnya dengan masker dan topi saat melakukan pemeriksaan, yang menurutnya tidak sesuai dengan prosedur yang biasa dilakukan dalam investigasi.

Penyidik KPK, Rossa Purbo Bekti, dilaporkan telah menyita buku partai dari ajudan Hasto Kristiyanto, yang kemudian menjadi sorotan Megawati dalam pidatonya. “Kenapa harus tutup muka? Itu tidak sesuai, kami punya hak untuk tahu siapa yang memeriksa dan apa tujuannya,” ujar Megawati dengan penuh keheranan.

Tantangan Megawati untuk Proses Hukum yang Adil

Megawati mengingatkan bahwa sebagai pemimpin partai besar, dirinya akan selalu memperjuangkan keadilan dan transparansi, baik untuk kader PDIP maupun untuk masyarakat pada umumnya. Ia menegaskan bahwa proses hukum yang adil dan transparan adalah hak semua pihak, dan ia akan terus mengawasi serta mempertanyakan setiap langkah yang dirasa tidak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Sikap Megawati yang Tegas

Dalam pernyataan yang penuh keyakinan, Megawati menunjukkan sikap tegas terhadap segala bentuk ketidakadilan yang mungkin terjadi dalam proses hukum, terutama dalam kasus yang melibatkan kader partainya. Dengan memastikan bahwa PDIP akan terus memperjuangkan keadilan, Megawati menunjukkan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam menghadapi situasi yang dirasa tidak adil terhadap partainya maupun kader-kadernya.

Dengan penuh rasa tanggung jawab, Megawati juga mempertegas komitmennya untuk membawa PDIP tetap pada jalur yang benar dan memastikan bahwa hukum dapat ditegakkan tanpa pandang bulu.