KBRN, NWIP-NEWSPAPERS.COM – Madura United harus menelan pil pahit setelah mengalami kekalahan telak 5-0 dari Borneo FC pada laga pekan ke-15 Liga 1 Indonesia. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, pada Sabtu (15/12/2024) malam itu menjadi mimpi buruk bagi Laskar Sape Kerrab.
BACA JUGA : vietnam-vs-timnas-indonesia-duel-panas-pemain-senior-vs-pasukan-muda-di-piala-aff-2024/
Rapuhnya lini belakang Madura United kembali menjadi sorotan utama. Hingga pekan ke-15, mereka tercatat sebagai tim dengan jumlah kebobolan terbanyak di Liga 1 2024, yakni 33 gol. Kekalahan ini juga memperpanjang tren buruk Madura United di papan tengah klasemen.
Babak Pertama: Borneo FC Mendominasi
Sejak awal pertandingan, Borneo FC tampil percaya diri dengan intensitas serangan tinggi. Gol pertama datang di menit ke-12 melalui aksi gemilang Jonathan Bustos, yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Madura United.
BACA JUGA : bali-united-kalahkan-persija-jakarta-3-1-serdadu-tridatu-tampil-garang-di-stadion-dipta
Tidak butuh waktu lama, Borneo FC menggandakan keunggulan di menit ke-25 lewat sundulan Diego Campos setelah menerima umpan silang presisi dari sisi kanan. Laskar Sape Kerrab terlihat kesulitan membendung serangan cepat tim tuan rumah.
Gol ketiga lahir menjelang akhir babak pertama melalui tendangan keras dari luar kotak penalti yang dilepaskan oleh Terens Puhiri, membuat Borneo FC unggul 3-0 saat turun minum.
BACA JUGA : bali-united-kalahkan-persija-jakarta-3-1-serdadu-tridatu-tampil-garang-di-stadion-dipta
Babak Kedua: Madura United Tak Berkutik
Memasuki babak kedua, Madura United mencoba bangkit dengan mengubah strategi. Namun, serangan sporadis mereka mudah dipatahkan oleh pertahanan kokoh Borneo FC.
Sebaliknya, tim tuan rumah tetap agresif dan menambah dua gol tambahan. Gol keempat dicetak oleh Matheus Pato di menit ke-64, sementara gol kelima lahir dari kaki Amiruddin Bagas Kaffa setelah memanfaatkan kesalahan fatal di lini belakang Madura United.
Rapuhnya Lini Pertahanan Madura United
Kekalahan 5-0 ini menjadi alarm serius bagi Madura United, terutama di sektor pertahanan. Statistik menunjukkan bahwa mereka menjadi tim dengan jumlah kebobolan terbanyak hingga pekan ke-15, yakni 33 gol.
Pelatih Madura United, Mauricio Souza, mengakui bahwa performa timnya jauh di bawah standar. “Kami harus segera memperbaiki pertahanan. Kesalahan mendasar seperti ini tidak boleh terjadi jika ingin bersaing di Liga 1,” ujar Souza dalam sesi konferensi pers seusai laga.
Di sisi lain, kemenangan ini membuat Borneo FC semakin kokoh di papan atas klasemen sementara. Tim asuhan Andre Gaspar kini bercokol di posisi kedua dengan koleksi 30 poin, menjaga persaingan dengan pemuncak klasemen Persib Bandung.
Tantangan Bagi Madura United ke Depan
Bagi Madura United, kekalahan ini semakin mempertegas perlunya perubahan besar, terutama di sektor pertahanan. Jika tidak segera melakukan evaluasi, mereka berpotensi terus terpuruk di papan tengah klasemen.
Selanjutnya, Madura United dijadwalkan menghadapi Persik Kediri di laga pekan ke-16. Laga ini menjadi ujian berat bagi mereka untuk kembali ke jalur kemenangan dan memperbaiki performa secara keseluruhan.
