Presiden Prabowo Subianto menetapkan target pembangunan 100 Sekolah Rakyat baru pada 2026, menambah 166 sekolah yang sudah beroperasi di 34 provinsi sejak 2025. Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (ANTARA, 27 Februari 2026), program ini telah menjangkau 16.000–22.000 siswa dari keluarga miskin ekstrem. Sekolah Rakyat menyediakan pendidikan gratis berasrama, makan bergizi, seragam, dan jaminan kesehatan penuh bagi anak-anak dari kelompok desil satu dan dua secara nasional.
Indonesia kembali mencatat langkah besar di bidang pendidikan. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan penambahan 100 Sekolah Rakyat (SR) baru pada tahun 2026. Pengumuman ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.
Program Sekolah Rakyat merupakan kebijakan strategis nasional yang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan berkualitas dan gratis. Saat ini, 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi di 34 provinsi Indonesia. Dengan tambahan 100 unit baru di 2026, pemerintah semakin serius mewujudkan pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga paling rentan secara ekonomi.
Artikel ini membahas latar belakang program, kriteria sasaran siswa, fasilitas yang diberikan, progres nasional, dan dampak jangka panjang Sekolah Rakyat bagi Indonesia.
Apa Itu Sekolah Rakyat dan Mengapa Prabowo Tambah 100 Unit di 2026?

Sekolah Rakyat adalah program pendidikan berasrama gratis yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto dan dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Program ini dilandasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (ANTARA, 27 Februari 2026), program ini ditujukan khusus bagi anak-anak yang tidak dapat mengakses pendidikan formal, termasuk mereka yang putus sekolah atau belum pernah mengenyam pendidikan sama sekali.
Penambahan 100 sekolah baru pada 2026 merupakan bukti bahwa pemerintah tidak memangkas, melainkan justru memperluas program strategis pendidikan nasional. Selain Sekolah Rakyat, pemerintah juga menjalankan Sekolah Garuda yang terintegrasi dengan kampus baru untuk mencetak SDM unggul di bidang STEM.
Poin Kunci:
- 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi di 34 provinsi sejak Juli 2025 (Setneg RI, 12 Januari 2026)
- 100 unit baru ditargetkan selesai sepanjang 2026 (ANTARA, 27 Februari 2026)
- Target jangka panjang: 500 Sekolah Rakyat hingga 2029 (Presiden Prabowo, Setneg RI)
- Setiap kabupaten ditargetkan memiliki minimal 1 Sekolah Rakyat permanen berkapasitas 1.000 siswa
Siapa Saja yang Berhak Masuk Sekolah Rakyat?

Tidak semua anak dapat mendaftar ke Sekolah Rakyat. Program ini secara tegas membatasi penerimaan siswa berdasarkan kondisi ekonomi keluarga menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama seleksi.
Menurut Kepala Sekolah SRMA 17 Surakarta Septhina Shinta Sari (Media Keuangan Kemenkeu, Oktober 2025), siswa diambil dari DTSEN desil 1 dan desil 2, kemudian divalidasi dan dilakukan pengecekan lapangan oleh pendamping PKH dari Dinas Sosial setempat.
Syarat Utama Calon Siswa:
- Berasal dari keluarga Desil 1 (10% termiskin) atau Desil 2 (11–20%) menurut DTSEN
- Anak putus sekolah, belum pernah sekolah, atau tidak mampu mengakses pendidikan formal
- Prioritas pada anak-anak di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar)
Menurut Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Liputan6, Januari 2026), setiap Sekolah Rakyat permanen dirancang mampu menampung 300–500 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Dengan gedung permanen di atas lahan 7–8 hektar, kapasitas ini diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 1.000 siswa dalam tiga tahun ke depan.
Bagaimana Fasilitas Sekolah Rakyat yang Diterima Siswa?

Sekolah Rakyat bukan sekadar pendidikan gratis biasa. Siswa mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar secara menyeluruh selama menempuh pendidikan tanpa dipungut biaya apapun.
Fasilitas Lengkap yang Diterima Setiap Siswa (Kemensos, 2026):
- Pendidikan gratis 100% untuk jenjang SD, SMP, dan SMA
- Asrama (boarding school) lengkap dengan tempat tinggal
- Makan bergizi tiga kali sehari
- Jaminan kesehatan dan pemeriksaan berkala
- 8 set seragam lengkap (almamater, dinas, batik, olahraga, Pramuka, dan jaket)
- Laptop dan smartboard untuk pembelajaran digital
- Perlengkapan belajar lengkap
Menurut Seskab Teddy Indra Wijaya (ANTARA, 27 Februari 2026), selain Sekolah Rakyat, pemerintah juga mendistribusikan 280.000 unit televisi digital ke 280.000 sekolah di seluruh Indonesia sebagai bagian dari penguatan pembelajaran digital nasional. Setelah gedung permanen selesai, fasilitas akan ditingkatkan mencakup perpustakaan, laboratorium, aula, lapangan olahraga, klinik, dan sarana ekstrakurikuler.
Mengapa Program Sekolah Rakyat Penting bagi Masa Depan Indonesia?

Program Sekolah Rakyat adalah instrumen strategis negara untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi — tantangan struktural yang sudah lama dihadapi Indonesia. Menurut Mensesneg Prasetyo Hadi dalam peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Setneg.go.id, 12 Januari 2026), pemerintah tidak bisa menunggu dan harus berpikir di luar kebiasaan untuk mewujudkan pemerataan pendidikan.
Presiden Prabowo sendiri menyatakan kekagumannya terhadap potensi siswa Sekolah Rakyat. “Saya terkesima hari ini, bisa ada anak yang pidatonya bisa dalam beberapa bahasa, luar biasa,” ujar Prabowo saat peresmian di Banjarbaru (Setneg RI, 12 Januari 2026).
Pemerintah juga memastikan intervensi tidak hanya ditujukan kepada siswa, tetapi juga kepada keluarganya. Menurut Media Keuangan Kemenkeu (Oktober 2025), program ini menjadi bukti hadirnya negara dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang setara dan berkeadilan.
Poin Kunci:
- Target akhir 2026: sekitar 30.000 siswa terdaftar di Sekolah Rakyat (CNBC Indonesia, Januari 2026)
- Setiap Sekolah Rakyat dibina oleh satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sebagai pendamping
- Lulusan SMA Sekolah Rakyat berpeluang mendapat beasiswa KIP Kuliah
- Target akhir program: 500 ribu murid dari 500 Sekolah Rakyat pada 2029 (Presiden Prabowo, Setneg RI)
- Pada 2025, pemerintah juga merenovasi 16.000 sekolah rusak dengan anggaran Rp17 triliun (ANTARA, 27 Februari 2026)
Bagaimana Progres dan Roadmap Sekolah Rakyat ke Depan?
Sekolah Rakyat terbukti mampu berdiri dengan kecepatan luar biasa. Presiden Prabowo mengaku tidak menyangka lebih dari 100 Sekolah Rakyat bisa terbangun hanya dalam 5 bulan sejak gagasan pertama kali disampaikan kepada para menteri pada Februari 2025 (Fraksi Gerindra DPR RI, 22 Agustus 2025).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa setiap tahun akan ditambah 100 Sekolah Rakyat permanen sesuai instruksi presiden (Liputan6, Januari 2026). Pemerintah juga menargetkan Sekolah Rakyat di wilayah 3T agar tidak ada anak yang tertinggal secara geografis.
Roadmap Sekolah Rakyat 2025–2029:
- Juli–September 2025: 166 Sekolah Rakyat mulai beroperasi di 34 provinsi
- 12 Januari 2026: Prabowo resmi meresmikan 166 SR di Banjarbaru, Kalimantan Selatan
- 2026: 100 unit baru dibangun — total menjadi ±266 Sekolah Rakyat
- Target 2029: 500 Sekolah Rakyat beroperasi, menjangkau 500.000 siswa secara nasional
Baca Juga Indonesia Kirim 8000 Tentara Gaza ISF 2026
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa jumlah Sekolah Rakyat yang ada saat ini?
Per Februari 2026, sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah diresmikan dan beroperasi di 34 provinsi Indonesia, menjangkau 16.000–22.000 siswa dari keluarga miskin ekstrem (ANTARA, 27 Februari 2026). Pada 2026, pemerintah menargetkan penambahan 100 unit baru sehingga total menjadi sekitar 266 Sekolah Rakyat aktif di seluruh Indonesia.
Apakah Sekolah Rakyat benar-benar gratis?
Ya, Sekolah Rakyat sepenuhnya gratis tanpa pungutan apapun. Selain biaya pendidikan, pemerintah menanggung biaya asrama, makan tiga kali sehari, 8 set seragam lengkap, perlengkapan belajar, laptop, dan layanan kesehatan. Semua biaya ditanggung negara melalui Kementerian Sosial (Kemensos, 2026).
Bagaimana cara mendaftar Sekolah Rakyat 2026?
Pendaftaran dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Sosial setempat berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Calon siswa harus tercatat dalam DTSEN sebagai keluarga Desil 1 atau Desil 2. Informasi resmi dan prosedur lengkap tersedia di situs Kementerian Sosial: kemensos.go.id.
Apakah lulusan Sekolah Rakyat bisa melanjutkan ke perguruan tinggi?
Ya. Setiap Sekolah Rakyat dibina oleh satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sebagai pendamping akademik. Lulusan SMA Sekolah Rakyat berpeluang mendapatkan beasiswa KIP Kuliah untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Pemerintah juga menyiapkan jalur ke dunia kerja bagi siswa yang memilih tidak kuliah (Kemdiktisaintek, 2025).
Apa perbedaan Sekolah Rakyat dengan sekolah negeri biasa?
Sekolah Rakyat adalah sekolah berasrama (boarding school) gratis penuh, khusus untuk anak dari keluarga miskin ekstrem Desil 1–2. Berbeda dengan sekolah negeri reguler yang hanya menanggung biaya pendidikan, Sekolah Rakyat menanggung seluruh kebutuhan hidup siswa: tempat tinggal, makan, seragam, kesehatan, dan perlengkapan belajar (Kemensos, 2026).
Kesimpulan
Prabowo Tambah 100 Sekolah Rakyat Baru di 2026 merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga paling rentan. Dengan 166 sekolah yang sudah berjalan sejak 2025 dan 100 unit baru yang akan dibangun sepanjang 2026, program Sekolah Rakyat semakin kokoh sebagai tulang punggung pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan. Target ambisius 500 Sekolah Rakyat pada 2029 menjangkau 500.000 siswa nasional menjadikan program ini salah satu kebijakan pendidikan terbesar dalam sejarah Indonesia modern. Bagi keluarga yang ingin mendaftarkan anak, segera koordinasikan ke Dinas Sosial setempat atau pantau informasi resmi di kemensos.go.id.
Tentang Penulis
Tim Redaksi nwipp-newspapers.com adalah jurnalis dan analis kebijakan publik yang berpengalaman meliput isu pendidikan, sosial, dan pemerintahan Indonesia. Artikel ini disusun berdasarkan riset mendalam dari sumber-sumber Tier 1 yang terverifikasi dan dikaji ulang sebelum dipublikasikan sesuai standar editorial nwipp-newspapers.com.
Referensi
- ANTARA News. (2026, 27 Februari). Sekolah Rakyat diperluas, pemerintah target bangun 100 sekolah baru.
- ANTARA News. (2026, 27 Februari). Prabowo tambah program strategis pendidikan lewat Sekolah Rakyat.
- Sekretariat Negara RI. (2026, 12 Januari). Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Putus Rantai Kemiskinan Ekstrem.
- Liputan6. (2026, Januari). Presiden Prabowo Dorong Perluasan Sekolah Rakyat, Mensos: Tambah 100 Sekolah per Tahun.
- Media Keuangan Kemenkeu. (2025, Oktober). Sekolah Rakyat: Gebrakan Satu Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk Memutus Rantai Kemiskinan.
